Friday, July 31, 2015

All You Need is Love - Fakhrisina Amalia




                                                          Judul:          All You Need is Love
                                                          Penulis:      Fakhrisina Amalia
                                                          Penerbit:    PT Gramedia Pustaka Utama
                                                          Terbit:        2015

 Karena tanpa Cinta, takkan ada lagi yag tersisa


Katrina: Seorang gadis berkebangsaan Indonesia - Skotlandia. Hidup dan besar di Indonesia dan sama sekali belum pernah berkunjung ke negara asal Ibunya di Skotlandia. Hingga suatu hari ketika hubungannya dengan Aiden berakhir, tanpa pikir panjang ia pun meng-iya-kan ajakan Sang Mama untuk terbang ke kampung halaman mereka di Skotlandia.

Aiden: Lelaki yang dekat dengan dengan Katrina. Pintar, sopan, santun, penyayang -tipe pria idola para gadis dan calon menantu idaman para orangtua-.

Grania, Granny: Nenek dari Katrina, Mac dan Istas. Seorang bangsawan asal Skotlandia yang mempunyai kisah percintaan yang unik yang dipendamnya sendiri hingga Katrina muncul di hadapannya, sebelum maut menjemputnya.

Mac: Sepupu laki-laki Katrina: tampan, ramah dan cerdas -calon dokter dari Ediburgh University-.

Istas: Kakak perempuan dari Mac, yang memusuhi Katrina tanpa Katrina tahu alasan dan dimana letak kesalahannya.


*******


Kisah Katrina (Kat) dan Aiden berawal dari perkenalan di Sunday Morning. Aiden yang sudah beberapa kali melihat Katrina di Sunday Morning, jogging atau sekedar melihat-lihat stand para mahasiswa yang mengadakan bazaar untuk pengumpulan dana kegiatan kampus dan sejenisnya. Kali itu Aiden menyisipkan nomer handphonenya pada Eliana - sahabat Kat. Berkat campur tangan Eliana akhirnya Aiden menemui Kat, menyanyikan sebuah lagu yang khusus dipersembahkan untuk Kat dan kemudian mereka berkenalan, dekat dan selanjutnya berkomitmen. 

Sejak kedekatannya, sedikit demi sedikit Kat bisa move on dari Kak Gio - Kakak kelas sekaligus mantan Kat yang memutuskannya karena harus pergi melanjutkan study di luar dan tidak merasa yakin dengan hubungan jarak jauh. Kat tidak pernah membahas kisah dramatis percintaannya bersama Kak Gio kepada Aiden. Hingga suatu hari ketika Aiden mengutarakan bahwa dia berhasil mendapatkan beasiswa untuk menyelesaikan kuliahnya di London Kat serta merta memutuskan hubungannya dengan Aiden tanpa memberinya kesempatan. Meskipun sebenarnya jauh di dasar hatinya Kat sangat ingin mempertahankan hubungan mereka. Menyakitkan ketika bagian darinya masih sangat menngharapkan Aiden karena mungkin saja dia akan berubah pikiran namun tampaknya dia menyerah.

Saat terpuruk inilah dia langsung meng-iya-kan tawaran Ibunya ketika mengajaknya berlibur sekaligus balik ke kampung halaman mereka di Skotlandia. Di negara yang indah itu Katrina berharap bisa melupakan kesedihannya. Dan ternyata Skotlandi menyimpan misteri masa lalu yang tidak terduga baginya. Tidak hanya indah, tetapi ada rahasia tersembunyi tentang Katerina di negara itu, juga tentang cerita cinta berlapis kota legenda. 

-------------------------

Di Skotlandia, Kat bertemu dengan keluarga Ibunya yang selama ini tidak pernah dilihatnya.Granny, Paman Kenneth, Bibi Keara, Mac dan Kakak perempuannya, Istas. Mereka semua tinggal di kediaman Granny di Inverness. Semua menyambut kedatangan Katrina yang sudah lama dinanti-nanti dengan suka cita kecuali Istas. Menurut Mac, selama ini Istaslah yang dekat dengan Granny, mengurus segala keperluan Granny dan bersedia melakukan hal apa saja demi Granny. Sepertinya Istas takut jjika perhatian dan seluruh kasih sayang Granny berpindah ke Kat. Terlebih lagi Grannya telah menyiapkan Attic sebagai kamar Kat selama ia berada di Inverness.

Di Attic inilah Kat menemukan "harta karun" di bawah tempat tidurnya. Sebuah peti persegi panjang seukuran satu lengan dan lebar dua jengkal. Warnanya cokelat seperti warna kayu mahoni, berdebu tebal di permukaannya. Dalam peti tersebut terdapat sebuah kanvas yang di dalamnyanya terlihat paduan warna-warna gelap, disusul warna jingga, merah, dan keemasan, lalu sapuan warna putih dan abu-abu. Senja. Itu adalah lukisan sebuah senja di sebuah tempat di dalam hutan. Sapuan putih abu-abu menunjukkan sebuah gambar jembatan dan air terjun. Jembatan yang hanya tergambar separuh, seolah sengaja dibuat seperti itu. Pada gambar tersebut tertulis "DOON" dan di balik kanvas terdapat tulisan "Untuk Grania Ewan". 

-------------------------
Keesokan sorenya, Granny lah yang mengungkapkan seluruh kisah yang dipendamnya berpuluh tahun. Kisah Grania, seorang putri  dalam arti sebenarnya. Memiliki darah bangsawan, cantik dan kaya raya yang dijodohkan dengan putra pengusaha tekstil kaya raya dari Edinburgh yang memiliki mata biru, Cayden Alastair. 

Pada malam pertunangan mereka, Grania berjalan mengikuti Cayden menyusuri jalan setapak yang menghubungkan pintu samping dengan taman, menjauh dari pertemuan orangtua yang membicarakan banyak hal mengenai pernikahan Grania dan Cayden. Pada saat berjalan-jalan itulah Cayden bercerita tentang film musikal yang diangkat dari legenda Skotlandia. Brigadoon - Sebuah tempat yang hanya muncul setiap seratus tahun sekali. Brigadoon adalah sebuah kota kecil di dataran tinggi Skotlandia yang menghilang pada tahun 1754. Tidak ada yang tahu penyebab menghilangnya kota itu, namun kabarnya penduduk kota melakukan perjanjian dengan Tuhan atau mungkin dewa -menurut kepercayaan mereka- untuk membuat kota mereka menghilang, agar tidak terjamah zaman dan keindahan kota mereka tidak akan pudar. Kota itu memang punya pemandangan indah, tapi tidak ada yang bisa membuktikannya karena tidak ada lagi yang pernah menemukan lokasinya. 

Hingga suatu hari, seratus tahun setelah menghilangnya Brigadoon, pada tahun 1854 - seorang penggembala yang sedang membawa ternaknya ke padang rumput Highlands masuk ke dalam hutan mencari ternaknya yang hilang. Tanpa disangka-sangka, di ssana dia menemukan sebuah kota dengan pemandangan yang menakjubkan, keindakan yang menyamai lukisan. Kemudian penggembala itu kembali ke kota dan bercerita pada orang-orang. Namun ketika keesokan harinya mereka mendatangi tempat yang sama, tidak ada apa-apa disana. Hanya pohon-pohon yang diselimuti kabut. Konon, orang-orang yang hidup di Brigadoon adalah orang-orang yang berumur panjang, mereka hanya bertambah usia satu hari dalam seratus tahun. Karena selama seratus tahun menghilang itu mereka tertidur. Mereka baru bangun ketika Brigadoon muncul lagi. Mereka beraktivitas kembali seperti halnya baru tidur satu malam. Padahal di luar dunia mereka, orang-orang seusia mereka sudah meninggal dunia. Satu hal lagi dari legenda tersebut bahwa orang-orang yang tinggal di Brigadoon tidak boleh keluar dari sana. Jika ada satu orang saja yang melangkah pergi meninggalkan Brigadoon maka kota dan seisinya akan punah. 

-------------------------
Persiapan pernikahan Grania dan Cayden berjalan mulus, segala sesuatu yang mereka butuhkan hampir rampung. Cayden tahu Grania tidak mencintainya seperti ia mencintai perempuan itu, namun Cayden tidak mau pernikahan mereka batal hanya karena ia memaksa.

Grania memikirkan untuk berlibur sejenak. Ia pun meminta ijin kepada orangtuanya untuk pergi ke vila, pergi sebagai perempuan lajang, bukan istir orang. Awalnya keinginan Grania ditolak oleh kedua orangtuannya namun ia berhasil meyakinkan orangtuanya bahwa tidak akan terjadi sesuatu yang buruk padanya. 

Saat di vila itulah, Grania merasa sangat bersemangat. Meski ingat bahwa ia berkata tidak akan berani masuk ke hutan pada orangtuanya, Grania ingin tahu ada apa di balik pohon-pohon besar tepat di seberang vila. Ia tidak akan pernah bisa melakukan ini jika pergi bersama ayah dan ibunya, "bangsawan tidak jalan-jalan di hutan sendirian," begitu yang akan mereka katakan. Tapi Grania ingin membuktikan bahwa ia bisa melakukannya. Selain itu, ia ingin menguji keberaniannya. Kakinya terus melangkah masuk ke dalam hutan, semakin lama kabut di sekelilingnya makin menebal, hingga Grania memutuskan untuk kembali. Tapi sebelum Grania mengambil keputusan itu, terdengar gemuruh air terjun yang menerbitkan kembali harapannya. Grania bersorak melihat apa yang ada di depannya. Air terjun, sungai, sebuah jembatan, pepohonan yang dari baliknya tampak kota yang penuh kehidupan di seberangnya. Grania berjalan penuh percaya diri, lalu menemukan sebuah penanda dari kayu yang menunjukkan bahwa ia memasuki sebuah wilayah:  BRIGADOON.

Grania mengulang lagi dalam hati, seperti pernah mendengar nama itu sebelumnya. Sambil berjalan jauh masuk ke dalam ia mengingat-ingat. Grania menatap takjub pemandangan aneka bunga warna-warni yang menyambutnya dan jalan setapak dari batu bata yang tersusun rapi yang terlihat terlalu cantik dan terlihat lebih indah seperti lukisan. Pada saat itulah dia bertemu dengan seorang laki-laki dengan sepasang mata abu-abu yang seketika membuat Grania merasa tersedot ke dalamnya. Kulit putihnya yang pucat membuat alis pria itu terlihat lebih lebat dan rambut cokelat terangnya terlihat lebih cemerlang. Grania merasa darahnya berdesir dan sekejap saja ia merasa berbunga-bunga.

Keduanya berkenalan, lelaki itu bernama Kyle Erskine. Kyle mengucapkan selamat datang pada Grania dan berpesan agar kembali sebelum senja. Mereka berjalan-jalan melihat keindahan Brigadoon hingga akhirnya berbelok ke jalan setapak yang lebih sepi dan berhenti di satu-satunya rumah yang ada di ruas jalan itu. Kyle mengajak Grania mengobrol dan menawarkannya teh. Grania mengedarkan pandangannya sambil mengamati lukisan-lukisan yang tergantung di dinding. Seluruh lukisan itu berisi pemandangan-pemandangan yang sama indahnya dengan pemandangan yang Grania lihat di luar sana. Langkah Grania berhenti di hadapan dua buah lukisan yang disatukan seperti sebuah puzzle. Lukisan yang Grania yakin ia lihat pemandangan aslinya sebelum masuk kota ini. Tepat ketika Grania membaca lamat-lamat tulisan Brigadoon yang tertera di bagian bawahnya dan otaknya kembali berputar cepat memanggil semua ingatan yang berhubungan dengan kata itu, Kyle membuyarkan lamunannya. 

Grania berbalik cepat untuk mendapati Kyle berdiri tidak sampai satu meter di belakangnya. Kyle menatapnya dengan sorot mata tertarik, dengan binar yang sama yang dia temukan di sepasang mata Cayden. Perlahan langkah kaki laki-laki itu mejadi dekat, meniadakan jarak. Mereka seperti magnet. Grania mampu merasa Kyle tertarik kepadanya sebesar rasa tertarik yang ia rasakan kepada laki-laki itu. Luruh, Grania tak lagi tahu apa yang terjaadi pada dirinya. Hasrat mendadak menggebu tepat ketika dirasanya bibir Kyle dengan lancang menyentuh bibirnya. Dan Grania membiarkan Kyle melakukan apa pun yang laki-laki itu inginkan. Grania tahu, bahwa dalam sekejap laki-laki itu memiliki hati dan dirinya. Sepenuhnya.

-------------------------

Bagaimana kisah selanjutnnya? Akankah pernikahan Grania dan Cayden terus berlanjut? Ataukah Grania memutuskan untuk tetap tinggal bersama Kyle di Brigadoon? Bagaimana kisah antara Kat, Aiden dan Mac? Segera temukan jawaban lengkapnya pada novel ini.

Alur ceritanya mengalir dengan keren. Karakter tokoh-tokoh yang dimunculkan pun sangat kuat membuat kisah ini menjadi semakin indah. Tidak monoton berisi cerita percintaan remaja yang membosankan tetapi ada sisipan cerita legenda yang jadi informasi baru bagi pembaca. Membaca cerita ini sama dengan mengajak kita masuk ke dalam dunia baru. Membayangkan tinggal di Brigadoon yang mempunyai pemandangan seindah dan semenarik itu pasti akan membuat orang menjadi lebih hidup.

Cinta memang indah, walau tak selamanya harus memiliki. Tak selamanya harus dekat.  Karena tanpa cinta, takkan ada lagi yang tersisa. Penasaran dan tertarik dengan ceritanya? Segera temukan cerita selengkapnya di buku ini.

~~~Happy Reading~~~