Wednesday, October 16, 2013

Rantau 1 Muara



                                              Judul:         Rantau 1 Muara
                                              Penulis:      A. Fuadi
                                              Penerbit:    PT. Gramedia Pustaka Utama
                                              Terbit:        2013
                                              Halaman:    ix + 407
                                              Genre:        Fiksi
                                              ISBN:       978-979-22-9473-6


Ini adalah novel ketiga tetralogi perjalanan hidup Alif. Setelah Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna kini giliran Rantau 1 Muara yang bercerita tentang kisah pencarian tempat berkarya, pencarian belahan jiwa dan pencarian di mana hidup akan bermuara. Kali ini Alif mengaplikasikan mantra "Maan Saara Alaa Darbi Washala" (siapa yang berjalan di jalannya akan sampai di tujuan). Mantra inilah yang menuntun pencarian misi hidup Alif. Hidup yang hakikatnya adalah perantauan. Suatu masa akan kembali ke akar, ke yang satu, ke yang awal. Muara segala muara.

Bertualanglah sejauh mata memandang.
Mengayuhlah sejauh lautan terbentang.
Bergurulah sejauh alam terkembang. 

---------

Alif lulus kuliah pada tahun 1998 dimana kondisi Indonesia sedang porak-poranda karena krisis ekonomi dan peralihan orde baru ke masa reformasi. Setelah lulus kuliah sebenarnya masih mempunyai mimpi ingin bersekolah ke Amerika. Namun sayangnya ia belum mendapatkan jalan untuk mewujudkan mimpinya itu. Alif pun memutuskan untuk bekerja terlebih dahulu sambil terus belajar untuk persiapan mengajukan aplikasi beasiswa ke Amerika, negara tuujuannya.

Ia pun mulai melamar pekerjaan di berbagai perusahaan sambil terus menulis, sayangnya semua lamarannya ditolak. Suatu hari sepulangnya dari menghadiri wawancara kerja di kantor perusahaan telekomunikasi di Kota Bandung, dia bertemu dengan sahabat masa kecilnya Randai dan juga Raisa teman ketika mengikuti pertukaran pemuda Indonesia - Kanada. Keduanya menanyakan kabar Alif dan apa pekerjaandnya sekarang. Dan seperti biasa konsistensi yang diperlihatkan Randai sebentar lagi akan mengantarkannya mencapai impian masa kecil mereka untuk membuat pesawat sampai ke Jerman, tempat Habibie bersekolah. 

Ketika mengetahui Alif yang masih belum mendapatkan pekerjaan, Randai mengingatkan Alif bahwa dia telah ketinggalan beberapa langkah darinya. Alif merasa 'terpancing' dengan perkataan  Randai tersebut dan membalasnya bahwa dirinya tidak akan sekedar mengejar bahkan dia akan melampaui Randai. Keduanya pun deal akan dua hal: belajar dan bekerja di Eropa atau Amerika. Karena hal tersebut Alif semakin semangat untuk mewujudkannya. Alif merasa bahwa dirinya harus lebih fokus dan konsisten seperti pesan yang pernah disampaikan Kiai Rais. 

Ia merasa menulis adalah cara untuknya untuk mengabdi dan menjadi khalifah di muka bumi, tapi selama ini tidak disadarinya. Mulai hari itu, ia pun semakin giat mengirim banyak surat lamaran ke berbagai media massa dan penerbit buku. Man Saara Ala Darbi Washala. Setelah lama menunggu akhirnya dia mendapatkan kabar gembira dari salah satu media massa yang menerimanya untuk bergabung dalam tim redaksi Derap. Disinilah Alif memulai karirnya, memulai usaha kerasnya pula hingga mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi ke Negara impiannya, Amerika. Tidak hanya itu, dari Derap pulalah dia menemukan sosok orang yang 'dicarinya' hingga akhirnya menambatkan hatinya pada gadis tersebut.

---------

A. Fuadi lahir di pinggir Danau Maninjau 41 tahun yang lalu. Hijrah ke Jawa demi mengikuti keinginan Ibunya untuk melanjutkan sekolah di pesantren, kisahnya selama di pesantren diceritakan pada novel Negeri 5 Menara. Melanjutkan S1 jurusan Hubungan Internasional di UNPAD. Semasa kuliah ia pernah mengikuti pertukaran pemuda ke Kanada, kisahnya kembali ditulliskan menjadi sebuah novel Ranah 3 Warna. Selanjutnya setelah menyelesaikan S1 dia memulai karirnya pada redaksi Derap dan melanjutkan pula S2 di Amerika kisahnya tertuang pula di novel ketiganya Rantau 1 Muara. 

Rantau 1 Muara menceritakan tentang perjuangan hidup Alif Fikri yang begitu keras. Kisah yang sangat inspiratif. Untuk sebuah mimpi Alif Fikri bersabar untuk terus memperjuangkannya. Bekerja sambil menumpang tidur di kantornya pun dilakoni demi penghematan biaya hidup tinggal di Ibukota Negara  disaat krisis ekonomi yang melanda Negeri ini pada tahun 1998. Dengan tekad yang bulat, dia terus belajar dan mencari beasiswa agar bisa melanjutkan S2 di luar negeri. Karena keuletannya itulah dia berhasil mendapatkan beasiswa untuk S2 di Amerika, berkat prestasi yang diraihnya selama bekerja ia pun diberi kelonggaran oleh Pemimpin Redaksinya untuk tetap bergabung di Media tersebut, dia akan bertugas menjadi wartawan khusus untuk meliput berita di Amerika sana. 

Sebelum berangkat, dia berkenalan dengan seorang gadis yang baru saja bergabung di Media tersebut. Alif merasa cocok dengan gadis ini tapi tidak punya keberadian untuk mengungkapkannya. Justru di saat berjauhanlah hubungan mereka semakin dekat dan akhirnya Alif berani melamar gadis tersebut. Istrinya pun diboyong ke Amerika dan mereka memulai hidup disana. Perjuangan hidup terus berlanjut. 

Kisah keduanya membuat saya menjadi ingin seperti mereka. Mempunyai pasangan yang satu visi dan misi, kesamaan kegemaran, bisa saling melengkapi dan mendukung untuk terus meraih mimpi-mimpi.

Meskipun jumlah halaman pada novel ini mencapai ratusan halaman tapi tidak membosankan sebaliknya bisa membuat pembaca untuk terus membolak-balik halaman demi halaman karena penasaran untuk segera menuntaskan kisah indah yang sarat ilmu yang bisa diraih di dalamnya. Saya suka cerita yang happy ending seperti ini. Jadi, tunggu apalagi ayo segera baca novelnya yah, gak rugi deh :)


##########


2 comments:

  1. thank infonya say, seperti biasa nunggu filmnya ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aahh saya N5M ajah belum nonton Mbak :(
      huhuhuhh

      Delete