Sunday, October 27, 2013

Little Girl Lost: Barbie Probert-Wright & Jean Ritchie



                                                    Judul:         Little Lost Girl
                                                    Penulis:      Barbie Probert-Wright & Jean Ritchie
                                                    Penerbit:    Pt Elex Media Komputindo
                                                    Terbit:        2009
                                                    Halaman:   viii+ 287
                                                    Genre:       Novel - True Story
                                                    ISBN:        978-979-27-4945-8


SINOPSIS:

Ini adalah kisah nyata dari Barbie dan saudara perempuannya Eva dalam usaha mereka mencari Sang Ibu, Mutti - begitulah mereka memanggilnya. Perjalanan panjang mencari sang Bunda melintasi negeri yang tercabik perang.

Mereka terpisah dari Mutti ketika Perang Dunia II. Perjuangan yang sangat mengharukan. Perjalanan Barbie dan Muttie untuk kembali berkumpul bersama Mutti. Perjalanan melintasi Jerman dalam situasi perang bukanlah hal yang mudah. Dapatkah mereka bertemu Mutti lagi? Bagaimana usaha mereka untuk bisa berkumpul kembali dengan Mutti? Apa saja yang mereka hadapi selama perjalanan? 

RESENSI:

Novel ini terbit pertama kali diterbitkan oleh Arrow Books, UK pada tahun 2006 kemudia diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia pada tahun 2009. Novel yang bercerita tentang kisah nyata yang sangat mengarukan. Terdapat 22 bab cerita dan 1 bab epilog di dalamnya.

Perang Dunia II yang melanda Jerman pada tahun 1945 telah menyebabkan Barbie dan Eva terpisah dari Mutti dan Papa. Saat itu Barbie berusia tujuh tahun sedangkan Eva telah berusia sembilan belas tahun. Papa yang diwajibkan untuk mengikuti wajib militer terpaksa harus terpisah dengan istri dan anak-anaknya. Sebelumnya mereka tinggal di Hamburg dan beberapa saat sebelum perang mereka telah kehilangan satu anggota keluarga, Ruth - anak pertama Mutti dan Papa.

Di tahun awal-awal perang, Papa kadang ditugaskan di perbatasan Polandia. Bertugas membasmi penyelundupan yang marak terjadi di sana. Meskipun tempat kerjanya jauh, Papa masih bisa pulang ke Hamburg secara berkala. Setelah kepergian Ruth, mereka merasakan kedukaan yang dalam tetapi hidup harus terus berlanjut. Mutti mengatasinya dengan mencurahkan diri untuk mengurus Eva dan Barbie tanpa memperhatikan dirinya atau kesehatannya sendiri. Hingga akhirnya tubuhnya menjadi lemah, memberontak dan Mutti kolaps, lumpuh tak bisa berjalan. Dokter tidak menemukan penyebab kelumpuhannya, butuh waktu berbulan-bulan bagi Mutti untuk bisa kembali ke rumah bersama anak-anaknya lagi. 

Gadis-gadis seusia Eva wajib menjadi anggota Liga Gadis-gadis Jerman dan diharapkan untuk melakukan pekerjaan perang. Eva beruntung mendapat tugas bekerja di suatu rumah BDM di pedesaan Tabarz sebagai guru. Dengan sakitnya Mutti dan perginya Eva, Barbel pun tinggal bersama Papa. Mutti sakit selama lima atau enam bulan. Tak lama kemudian, dia dipindah dari rumah sakit ke rumah perawatan dekat tempat tinggal Barbie dan Papa. Setelah kondisinya membaik, Mutti pun bisa pindah ke flat Papa. Keluarga ini kembali bersatu walau Eva belum bisa bergabung lagi.

Dua bulan sebelum ulang tahun Barbie yang keenam, serangan kembali terjadi. Papa diminta untuk ikut berperang di medan perang Rusia. Musim dingin 1944, kekalahan Jerman tampak di depan mata tetapi tidak semua orang bisa menerimanya. Kemudian keadaan memaksa Eva pulang ke rumah, ketika pada tanggal 20 Januari 1945, Mutti meminta Eva untuk kembali dan menjemput Barbie. Mutti ingin memastikan keadaan Barbie aman, setidaknya dari serangan Rusia yang semakin dekat. Mutti merasa Barbie akan lebih aman bersama Eva di Tabarz. 

Barbie pun hidup bersama Eva di Tabarz. Tetapi Eva membuat keputusan penting setelah tahu pasukan Amerika telah menyapu Jerman dan telah menguasai tepian sungai bagian timur Dusseldorf, kurang dari 150 mil dari tempat mereka tinggal saat itu. Dengan persetujuan Barbie, keduanya pun memulai perjalanan untuk kembali ke tempat Mutti. Bukan hal mudah melakukan perjalanan pada saat situasi perang yang memporak-porandakan. Banyak rintangan yang harus mereka hadapi, terjebak, mengalami ketakutakan akan bahaya perang yang tiap saat mengancam mereka. Bertemu penyihir, tidur di dalam tambang, bertemu para penyerbu dan juga para penjarah. Tetapi itu semua tidak menyurutkan usaha mereka untuk terus berjalan demi dapat berkumpul kembali bersama Mutti. 

Bagi Barbie, Mutti dan Eva adalah segalanya. Eva adalah pahlawannya yang telah berani mengambil risiko begitu besar untuknya. Dengan kesungguhan keduanya, mereka pun dapat berkumpul kembali bersama Mutti dan keluarga besarnya. Perjuangan yang sangat mengharukan betapa besarnya usaha kedua gadis ini untuk kembali hidup bahagia di sisi sang Bunda. Tempat terbaik bagi mereka adalah tempat dimana sang Bunda berada, merasakan kehangatan dan kelembutan kasih sayang seorang Ibu. Dengan terus berjuang tanpa lelah mereka pun bisa kembali merasakan hangatnya pelukan sang Mutti. 

Baca buku ini seperti mengajak kita untuk merasakan sendiri perjuangan Barbie dan Eva, merasakan ketegangan yang terjadi sepanjang perjalanan mereka. Suka dengan cerita yang berakhir indah ini.  Penasaran cerita lengkapnya? Silahkan cari buku ini yah. Selamat membaca :)


#######


3 comments:

  1. Replies
    1. gak tau apa kekurangannya La. next lah yaahh tak buat yg ada minusnya versi saya :D

      Delete
  2. Kelebihan dan kekurangannya apa ya ??

    ReplyDelete