Friday, July 31, 2015

All You Need is Love - Fakhrisina Amalia




                                                          Judul:          All You Need is Love
                                                          Penulis:      Fakhrisina Amalia
                                                          Penerbit:    PT Gramedia Pustaka Utama
                                                          Terbit:        2015

 Karena tanpa Cinta, takkan ada lagi yag tersisa


Katrina: Seorang gadis berkebangsaan Indonesia - Skotlandia. Hidup dan besar di Indonesia dan sama sekali belum pernah berkunjung ke negara asal Ibunya di Skotlandia. Hingga suatu hari ketika hubungannya dengan Aiden berakhir, tanpa pikir panjang ia pun meng-iya-kan ajakan Sang Mama untuk terbang ke kampung halaman mereka di Skotlandia.

Aiden: Lelaki yang dekat dengan dengan Katrina. Pintar, sopan, santun, penyayang -tipe pria idola para gadis dan calon menantu idaman para orangtua-.

Grania, Granny: Nenek dari Katrina, Mac dan Istas. Seorang bangsawan asal Skotlandia yang mempunyai kisah percintaan yang unik yang dipendamnya sendiri hingga Katrina muncul di hadapannya, sebelum maut menjemputnya.

Mac: Sepupu laki-laki Katrina: tampan, ramah dan cerdas -calon dokter dari Ediburgh University-.

Istas: Kakak perempuan dari Mac, yang memusuhi Katrina tanpa Katrina tahu alasan dan dimana letak kesalahannya.


*******


Kisah Katrina (Kat) dan Aiden berawal dari perkenalan di Sunday Morning. Aiden yang sudah beberapa kali melihat Katrina di Sunday Morning, jogging atau sekedar melihat-lihat stand para mahasiswa yang mengadakan bazaar untuk pengumpulan dana kegiatan kampus dan sejenisnya. Kali itu Aiden menyisipkan nomer handphonenya pada Eliana - sahabat Kat. Berkat campur tangan Eliana akhirnya Aiden menemui Kat, menyanyikan sebuah lagu yang khusus dipersembahkan untuk Kat dan kemudian mereka berkenalan, dekat dan selanjutnya berkomitmen. 

Sejak kedekatannya, sedikit demi sedikit Kat bisa move on dari Kak Gio - Kakak kelas sekaligus mantan Kat yang memutuskannya karena harus pergi melanjutkan study di luar dan tidak merasa yakin dengan hubungan jarak jauh. Kat tidak pernah membahas kisah dramatis percintaannya bersama Kak Gio kepada Aiden. Hingga suatu hari ketika Aiden mengutarakan bahwa dia berhasil mendapatkan beasiswa untuk menyelesaikan kuliahnya di London Kat serta merta memutuskan hubungannya dengan Aiden tanpa memberinya kesempatan. Meskipun sebenarnya jauh di dasar hatinya Kat sangat ingin mempertahankan hubungan mereka. Menyakitkan ketika bagian darinya masih sangat menngharapkan Aiden karena mungkin saja dia akan berubah pikiran namun tampaknya dia menyerah.

Saat terpuruk inilah dia langsung meng-iya-kan tawaran Ibunya ketika mengajaknya berlibur sekaligus balik ke kampung halaman mereka di Skotlandia. Di negara yang indah itu Katrina berharap bisa melupakan kesedihannya. Dan ternyata Skotlandi menyimpan misteri masa lalu yang tidak terduga baginya. Tidak hanya indah, tetapi ada rahasia tersembunyi tentang Katerina di negara itu, juga tentang cerita cinta berlapis kota legenda. 

-------------------------

Di Skotlandia, Kat bertemu dengan keluarga Ibunya yang selama ini tidak pernah dilihatnya.Granny, Paman Kenneth, Bibi Keara, Mac dan Kakak perempuannya, Istas. Mereka semua tinggal di kediaman Granny di Inverness. Semua menyambut kedatangan Katrina yang sudah lama dinanti-nanti dengan suka cita kecuali Istas. Menurut Mac, selama ini Istaslah yang dekat dengan Granny, mengurus segala keperluan Granny dan bersedia melakukan hal apa saja demi Granny. Sepertinya Istas takut jjika perhatian dan seluruh kasih sayang Granny berpindah ke Kat. Terlebih lagi Grannya telah menyiapkan Attic sebagai kamar Kat selama ia berada di Inverness.

Di Attic inilah Kat menemukan "harta karun" di bawah tempat tidurnya. Sebuah peti persegi panjang seukuran satu lengan dan lebar dua jengkal. Warnanya cokelat seperti warna kayu mahoni, berdebu tebal di permukaannya. Dalam peti tersebut terdapat sebuah kanvas yang di dalamnyanya terlihat paduan warna-warna gelap, disusul warna jingga, merah, dan keemasan, lalu sapuan warna putih dan abu-abu. Senja. Itu adalah lukisan sebuah senja di sebuah tempat di dalam hutan. Sapuan putih abu-abu menunjukkan sebuah gambar jembatan dan air terjun. Jembatan yang hanya tergambar separuh, seolah sengaja dibuat seperti itu. Pada gambar tersebut tertulis "DOON" dan di balik kanvas terdapat tulisan "Untuk Grania Ewan". 

-------------------------
Keesokan sorenya, Granny lah yang mengungkapkan seluruh kisah yang dipendamnya berpuluh tahun. Kisah Grania, seorang putri  dalam arti sebenarnya. Memiliki darah bangsawan, cantik dan kaya raya yang dijodohkan dengan putra pengusaha tekstil kaya raya dari Edinburgh yang memiliki mata biru, Cayden Alastair. 

Pada malam pertunangan mereka, Grania berjalan mengikuti Cayden menyusuri jalan setapak yang menghubungkan pintu samping dengan taman, menjauh dari pertemuan orangtua yang membicarakan banyak hal mengenai pernikahan Grania dan Cayden. Pada saat berjalan-jalan itulah Cayden bercerita tentang film musikal yang diangkat dari legenda Skotlandia. Brigadoon - Sebuah tempat yang hanya muncul setiap seratus tahun sekali. Brigadoon adalah sebuah kota kecil di dataran tinggi Skotlandia yang menghilang pada tahun 1754. Tidak ada yang tahu penyebab menghilangnya kota itu, namun kabarnya penduduk kota melakukan perjanjian dengan Tuhan atau mungkin dewa -menurut kepercayaan mereka- untuk membuat kota mereka menghilang, agar tidak terjamah zaman dan keindahan kota mereka tidak akan pudar. Kota itu memang punya pemandangan indah, tapi tidak ada yang bisa membuktikannya karena tidak ada lagi yang pernah menemukan lokasinya. 

Hingga suatu hari, seratus tahun setelah menghilangnya Brigadoon, pada tahun 1854 - seorang penggembala yang sedang membawa ternaknya ke padang rumput Highlands masuk ke dalam hutan mencari ternaknya yang hilang. Tanpa disangka-sangka, di ssana dia menemukan sebuah kota dengan pemandangan yang menakjubkan, keindakan yang menyamai lukisan. Kemudian penggembala itu kembali ke kota dan bercerita pada orang-orang. Namun ketika keesokan harinya mereka mendatangi tempat yang sama, tidak ada apa-apa disana. Hanya pohon-pohon yang diselimuti kabut. Konon, orang-orang yang hidup di Brigadoon adalah orang-orang yang berumur panjang, mereka hanya bertambah usia satu hari dalam seratus tahun. Karena selama seratus tahun menghilang itu mereka tertidur. Mereka baru bangun ketika Brigadoon muncul lagi. Mereka beraktivitas kembali seperti halnya baru tidur satu malam. Padahal di luar dunia mereka, orang-orang seusia mereka sudah meninggal dunia. Satu hal lagi dari legenda tersebut bahwa orang-orang yang tinggal di Brigadoon tidak boleh keluar dari sana. Jika ada satu orang saja yang melangkah pergi meninggalkan Brigadoon maka kota dan seisinya akan punah. 

-------------------------
Persiapan pernikahan Grania dan Cayden berjalan mulus, segala sesuatu yang mereka butuhkan hampir rampung. Cayden tahu Grania tidak mencintainya seperti ia mencintai perempuan itu, namun Cayden tidak mau pernikahan mereka batal hanya karena ia memaksa.

Grania memikirkan untuk berlibur sejenak. Ia pun meminta ijin kepada orangtuanya untuk pergi ke vila, pergi sebagai perempuan lajang, bukan istir orang. Awalnya keinginan Grania ditolak oleh kedua orangtuannya namun ia berhasil meyakinkan orangtuanya bahwa tidak akan terjadi sesuatu yang buruk padanya. 

Saat di vila itulah, Grania merasa sangat bersemangat. Meski ingat bahwa ia berkata tidak akan berani masuk ke hutan pada orangtuanya, Grania ingin tahu ada apa di balik pohon-pohon besar tepat di seberang vila. Ia tidak akan pernah bisa melakukan ini jika pergi bersama ayah dan ibunya, "bangsawan tidak jalan-jalan di hutan sendirian," begitu yang akan mereka katakan. Tapi Grania ingin membuktikan bahwa ia bisa melakukannya. Selain itu, ia ingin menguji keberaniannya. Kakinya terus melangkah masuk ke dalam hutan, semakin lama kabut di sekelilingnya makin menebal, hingga Grania memutuskan untuk kembali. Tapi sebelum Grania mengambil keputusan itu, terdengar gemuruh air terjun yang menerbitkan kembali harapannya. Grania bersorak melihat apa yang ada di depannya. Air terjun, sungai, sebuah jembatan, pepohonan yang dari baliknya tampak kota yang penuh kehidupan di seberangnya. Grania berjalan penuh percaya diri, lalu menemukan sebuah penanda dari kayu yang menunjukkan bahwa ia memasuki sebuah wilayah:  BRIGADOON.

Grania mengulang lagi dalam hati, seperti pernah mendengar nama itu sebelumnya. Sambil berjalan jauh masuk ke dalam ia mengingat-ingat. Grania menatap takjub pemandangan aneka bunga warna-warni yang menyambutnya dan jalan setapak dari batu bata yang tersusun rapi yang terlihat terlalu cantik dan terlihat lebih indah seperti lukisan. Pada saat itulah dia bertemu dengan seorang laki-laki dengan sepasang mata abu-abu yang seketika membuat Grania merasa tersedot ke dalamnya. Kulit putihnya yang pucat membuat alis pria itu terlihat lebih lebat dan rambut cokelat terangnya terlihat lebih cemerlang. Grania merasa darahnya berdesir dan sekejap saja ia merasa berbunga-bunga.

Keduanya berkenalan, lelaki itu bernama Kyle Erskine. Kyle mengucapkan selamat datang pada Grania dan berpesan agar kembali sebelum senja. Mereka berjalan-jalan melihat keindahan Brigadoon hingga akhirnya berbelok ke jalan setapak yang lebih sepi dan berhenti di satu-satunya rumah yang ada di ruas jalan itu. Kyle mengajak Grania mengobrol dan menawarkannya teh. Grania mengedarkan pandangannya sambil mengamati lukisan-lukisan yang tergantung di dinding. Seluruh lukisan itu berisi pemandangan-pemandangan yang sama indahnya dengan pemandangan yang Grania lihat di luar sana. Langkah Grania berhenti di hadapan dua buah lukisan yang disatukan seperti sebuah puzzle. Lukisan yang Grania yakin ia lihat pemandangan aslinya sebelum masuk kota ini. Tepat ketika Grania membaca lamat-lamat tulisan Brigadoon yang tertera di bagian bawahnya dan otaknya kembali berputar cepat memanggil semua ingatan yang berhubungan dengan kata itu, Kyle membuyarkan lamunannya. 

Grania berbalik cepat untuk mendapati Kyle berdiri tidak sampai satu meter di belakangnya. Kyle menatapnya dengan sorot mata tertarik, dengan binar yang sama yang dia temukan di sepasang mata Cayden. Perlahan langkah kaki laki-laki itu mejadi dekat, meniadakan jarak. Mereka seperti magnet. Grania mampu merasa Kyle tertarik kepadanya sebesar rasa tertarik yang ia rasakan kepada laki-laki itu. Luruh, Grania tak lagi tahu apa yang terjaadi pada dirinya. Hasrat mendadak menggebu tepat ketika dirasanya bibir Kyle dengan lancang menyentuh bibirnya. Dan Grania membiarkan Kyle melakukan apa pun yang laki-laki itu inginkan. Grania tahu, bahwa dalam sekejap laki-laki itu memiliki hati dan dirinya. Sepenuhnya.

-------------------------

Bagaimana kisah selanjutnnya? Akankah pernikahan Grania dan Cayden terus berlanjut? Ataukah Grania memutuskan untuk tetap tinggal bersama Kyle di Brigadoon? Bagaimana kisah antara Kat, Aiden dan Mac? Segera temukan jawaban lengkapnya pada novel ini.

Alur ceritanya mengalir dengan keren. Karakter tokoh-tokoh yang dimunculkan pun sangat kuat membuat kisah ini menjadi semakin indah. Tidak monoton berisi cerita percintaan remaja yang membosankan tetapi ada sisipan cerita legenda yang jadi informasi baru bagi pembaca. Membaca cerita ini sama dengan mengajak kita masuk ke dalam dunia baru. Membayangkan tinggal di Brigadoon yang mempunyai pemandangan seindah dan semenarik itu pasti akan membuat orang menjadi lebih hidup.

Cinta memang indah, walau tak selamanya harus memiliki. Tak selamanya harus dekat.  Karena tanpa cinta, takkan ada lagi yang tersisa. Penasaran dan tertarik dengan ceritanya? Segera temukan cerita selengkapnya di buku ini.

~~~Happy Reading~~~

Wednesday, February 19, 2014

Antologi Rasa: Ika Natassa



                                                    
                                                           Judul :        Antologi Rasa
                                                           Penulis:      Ika Natassa
                                                           Penerbit:    PT Gramedia Pustaka Utama
                                                           Terbit:        2011
                                                   
What if in the person that you love, you find a best friend instead of a lover?


Keara, Harris, Ruly dan Denise adalah empat orang sahabat yang dipertemukan di kantor yang sama, Border Bank. Keempatnya pernah tinggal serumah saat ditempatkan tugas di daerah. Sering melakukan traveling bareng dan hal-hal seru lainnya yang menjadikan mereka semakin dekat. Tapi cinta tumbuh silang diantara mereka.  

Panji ipar sahabat Keara (Dinda) yang dikencaninya sebagai pelarian untuk membunuh 'rasanya' terhadap Ruly.
 
 ###### 

Keara: digambarkan sebagai party girl, meskipun demikian dia wanita mandiri, hobi fotografi dan fans berat John Mayer. Cinta mati terhadap Ruly tapi tidak pernah berani mengungkapkan perasaannya karena tidak mau merusak persahabatan yang telah terjalin diantara mereka. Meskipun biasanya Keara bisa dengan mudah mendapatkan lelaki yang diinginkannya, tapi kali ini Keara bertahan menyimpan rasa itu hingga hampir 5 tahun lamanya.

Harris: digambarkan sebagai "player" -Keara pun menyebut Harris as PK (penjahat kelamin-red)-. Harris ini cinta mati kepada Keara sejak pertemuan pertama di hari pertama kerja mereka tapi sama halnya dengan Keara, ia pun tidak berani mengungkapkan rasa itu. Selama ini Harris lah yang menjadi teman sharing Keara mengenai segala hal termasuk perasaan yang dipendam Keara terhadap Ruly, sahabat mereka.

Ruly: digambarkan sebagai workhalic, pria baik-baik dan alim yang bisa jadi suami idaman untuk semua wanita. Cinta mati kepada Denise yang sudah dikenalnya sejak zaman kuliah di Boston dulu. Sayangnya Ruly tidak pernah berani untuk mengunngkapkan perasaannya itu, cinta pun bertepuk sebelah tangan karena Denise memilh lelaki lain untuk mendampinginya seumur hidup. Meskipun demikian kehidupan rumah tangga Denise - Kemal tidak berjalan mulus, bahkan Ruly lah yang selalu menjadi tempat curhat Denise tentang kepahitan keluarganya, tetapi meskipun demikian Denise tetap tidak tega meninggalkan suaminya. 


Panji: pria kaya, adik ipar Dinda (sahabat Keara) yang dikenal sebagai player ini sama pula halnya dengan Harris teman lamanya. Awalnya Keara dan Panji hanya sekedar flirting, tak disangka perasaan Panji berubah menjadi benar-benar cinta terhadap Keara sayangnya Keara tidak bisa meng-iya-kan perasaan Panji ini. 

######

Berbeda dari novel lainnya, Ika Natassa mengemas cerita ini dengan sangat menarik. Tiga tokoh utama ditambah satu tokoh 'pelarian' seolah bercerita langsung kepada pembaca sebagai sudut pandang orang pertama. Menceritakan tentang perasaan dan kejadian yang mereka alami, runut dan detail seperti membaca sebuah diary.
 
Konflik muncul ketika Keara menemani Harris berlibur ke Singapura dalam rangka menonton langsung F1 yang awalnya mereka akan berangkat bertiga bersama Ruly tapi sayangnya di saat yang sama Ruly mendapat tugas penting dari kantor mereka. Di saat mabuk, Keara meminta Harris untuk menciumnya hingga Harris tidak bisa mengontrol diri dan hal itu pun terjadi. Keesokan harinya di saat terbangun, Keara mendapati dirinya yang tidur di tempat tidur Harris. Saat itu juga Keara menjadi sangat marah dan membenci Harris, dia pun sudah tidak ingin mengenal bahkan menyebut nama Harris. Keara kembali ke Indonesia dengan perasaan yang sangat kacau. Meskipun demikian, Harris tetap terus berusaha mendekati Keara. Meminta maaf dan terus berusaha membuat Keara bisa kembali berbaikan dengannya.

Secara tidak sengaja Keara mengenal sosok Panji, adik ipar sahabatnya - Dinda. Mereka menjadi dekat satu sama lain. Di saat yang sama kantor menyatukan Keara dan Ruly sebagai satu tim yang membuat mereka berdua semakin intens bertemu bahkan sampai larut malam karena harus mengikuti segala meeting. Bahkan kedekatan mereka semakin tercipta ketika tim tersebut dikirim ke Bali, di sana keduanya menjadi saling dekat lagi, tak ada cerita tentang Harris ataupun Denise lagi. Banyak hal yang tidak diketahui Ruly sebelumnya mengenai Keara muncul disaat kebersamaan mereka di Bali. Bahkan Ruly yang dengan senang hati menemani Keara hunting foto seharian hingga ke pasar.

Bagaimana kisah lengkapnya?  Temukan segera kisahnya di buku ini. Asli, tidak akan bosan untuk membacanya. Biasanya jika saya penasaran terhadap ending sebuah cerita, saya akan langsung melihat bab terakhirnya. Tapi kali ini saya dengan semangat membaca halaman demi halaman hingga rasa penasaran itu terjawab juga. Nilai tambah lagi buat novel ini adalah banyaknya bahasa yang digunakan di dalamnya, selain Bahasa Indonesia hampir di setiap bagian disisipkan dengan Bahasa Inggris dan di setiap judul chapternya menggunakan Bahasa Prancis dan Latin. Keren bukan? Ayo, tunggu apalagi?

~~~ Happy Reading ~~~


Thursday, October 31, 2013

A Chance - Kim In-suk



                                                    Judul:         A Chance
                                                    Penulis:      Kim In-suk
                                                    Penerbit:    Bentang Pustaka
                                                    Terbit:        2012
                                                    Halaman:   vii + 282
                                                    Genre:        Novel
                                                    ISBN:        978-602-8811-94-1


SINOPSIS:

Gi Yeon, mempunyai kenangan lama yang susah untuk dilepaskannya. Kenangan buruk yang membuatnya takut akan pernikahan. Tetapi ada juga kenangan manis yang membuatnya enggan bergerak. Sejak kehadiran Seung In dalam kehidupannya, seperti ada candu untuk selalu bertemu dengannya.

Seung In,  meskipun telah berhubungan dengan beberapa wanita tapi dirinya tidak kunjung untuk menikahi salah satunya. Ia selalu heran mengapa otak wanita selalu berisi tentang pernikahan. Haruskah hubungan pria dan wanita berujung pada hal tersebut? Tetapi tak disangkanya, sejak kehadiran Gi Yeon dalam hidupnya, semua berubah menjadi jauh lebih menyenangkan. Meskipun sikap Gi Yeon yang terlihat misterius membuatnya selalu takut untuk berkata jujur.

Akankah hubungan mereka berlanjut menjadi sepasang kekasih dan menikah atau mungkin hanya perasaan yang terabaikan?


RESENSI:

Novel terjemahan dari Seoul, Korea ini ditulis oleh Kim In-suk. Bercerita tentang kisah Gi Yeon dan Seung In. Mereka bertemu pada suatu malam ketika Seung In dan temannya, Hyeon Joong melewatkan malam di sebuah cafe. Seung in adalah seorang arsitek terkenal sedangkan Hyeon Joong adalah seorang pengusaha properti. Hyeon Joong memperkenalkan Seung In ke Gi Yoen dan berkata bahwa perempuan itu adalah siswi yang sekolah di Paris, yang sedang berlibur di Korea dan sebentar lagi mendapat gelar doktor. 

Seung In merasa dia telah bertemu dengan perempuan ini sebelumnya, meski tidak mengingat jelas dimana dan belum tahu siapa nama perempuan tersebut. Sejak saat itu hubungan keduanya menjadi dekat dan lama kelamaan menjadi sangat dekat. Tidak jarang mereka jalan berdua bahkan saling mengunjungi apartemen masing-masing. Bagaimana kisahnya? Temukan selengkapnya di novel ini yah. 

Awal lihat buku ini jadi pengen baca, ditambah lagi sepertinya review tentang buku ini positif. Covernya juga cantik, dedaunan dan ada gambar kursi kosong seperti seseorang yang menunggu akan adanya sebuah kesempatan, mungkin seperti itulah gambaran saya. Tapi ternyata mengecewakan. Menurut saya pribadi, buku ini membosankan. Saya tidak suka cerita yang tokoh utamanya adalah orang ketiga, bukan penokohan dari sudut pandang orang pertama. Kesannya monoton dan membingungkan. 

Padahal settingnya di Korea, saya fikir bisa seperti film-film Korea itu yang ceritanya mengharukan. Ending cerita novel ini pun kurang baik, sosok Gi Yoen harus meninggalkan karena kecelakaan. Bagaimana mendapatkan kesempatan jika seperti ini?


#######


Sunday, October 27, 2013

Little Girl Lost: Barbie Probert-Wright & Jean Ritchie



                                                    Judul:         Little Lost Girl
                                                    Penulis:      Barbie Probert-Wright & Jean Ritchie
                                                    Penerbit:    Pt Elex Media Komputindo
                                                    Terbit:        2009
                                                    Halaman:   viii+ 287
                                                    Genre:       Novel - True Story
                                                    ISBN:        978-979-27-4945-8


SINOPSIS:

Ini adalah kisah nyata dari Barbie dan saudara perempuannya Eva dalam usaha mereka mencari Sang Ibu, Mutti - begitulah mereka memanggilnya. Perjalanan panjang mencari sang Bunda melintasi negeri yang tercabik perang.

Mereka terpisah dari Mutti ketika Perang Dunia II. Perjuangan yang sangat mengharukan. Perjalanan Barbie dan Muttie untuk kembali berkumpul bersama Mutti. Perjalanan melintasi Jerman dalam situasi perang bukanlah hal yang mudah. Dapatkah mereka bertemu Mutti lagi? Bagaimana usaha mereka untuk bisa berkumpul kembali dengan Mutti? Apa saja yang mereka hadapi selama perjalanan? 

RESENSI:

Novel ini terbit pertama kali diterbitkan oleh Arrow Books, UK pada tahun 2006 kemudia diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia pada tahun 2009. Novel yang bercerita tentang kisah nyata yang sangat mengarukan. Terdapat 22 bab cerita dan 1 bab epilog di dalamnya.

Perang Dunia II yang melanda Jerman pada tahun 1945 telah menyebabkan Barbie dan Eva terpisah dari Mutti dan Papa. Saat itu Barbie berusia tujuh tahun sedangkan Eva telah berusia sembilan belas tahun. Papa yang diwajibkan untuk mengikuti wajib militer terpaksa harus terpisah dengan istri dan anak-anaknya. Sebelumnya mereka tinggal di Hamburg dan beberapa saat sebelum perang mereka telah kehilangan satu anggota keluarga, Ruth - anak pertama Mutti dan Papa.

Di tahun awal-awal perang, Papa kadang ditugaskan di perbatasan Polandia. Bertugas membasmi penyelundupan yang marak terjadi di sana. Meskipun tempat kerjanya jauh, Papa masih bisa pulang ke Hamburg secara berkala. Setelah kepergian Ruth, mereka merasakan kedukaan yang dalam tetapi hidup harus terus berlanjut. Mutti mengatasinya dengan mencurahkan diri untuk mengurus Eva dan Barbie tanpa memperhatikan dirinya atau kesehatannya sendiri. Hingga akhirnya tubuhnya menjadi lemah, memberontak dan Mutti kolaps, lumpuh tak bisa berjalan. Dokter tidak menemukan penyebab kelumpuhannya, butuh waktu berbulan-bulan bagi Mutti untuk bisa kembali ke rumah bersama anak-anaknya lagi. 

Gadis-gadis seusia Eva wajib menjadi anggota Liga Gadis-gadis Jerman dan diharapkan untuk melakukan pekerjaan perang. Eva beruntung mendapat tugas bekerja di suatu rumah BDM di pedesaan Tabarz sebagai guru. Dengan sakitnya Mutti dan perginya Eva, Barbel pun tinggal bersama Papa. Mutti sakit selama lima atau enam bulan. Tak lama kemudian, dia dipindah dari rumah sakit ke rumah perawatan dekat tempat tinggal Barbie dan Papa. Setelah kondisinya membaik, Mutti pun bisa pindah ke flat Papa. Keluarga ini kembali bersatu walau Eva belum bisa bergabung lagi.

Dua bulan sebelum ulang tahun Barbie yang keenam, serangan kembali terjadi. Papa diminta untuk ikut berperang di medan perang Rusia. Musim dingin 1944, kekalahan Jerman tampak di depan mata tetapi tidak semua orang bisa menerimanya. Kemudian keadaan memaksa Eva pulang ke rumah, ketika pada tanggal 20 Januari 1945, Mutti meminta Eva untuk kembali dan menjemput Barbie. Mutti ingin memastikan keadaan Barbie aman, setidaknya dari serangan Rusia yang semakin dekat. Mutti merasa Barbie akan lebih aman bersama Eva di Tabarz. 

Barbie pun hidup bersama Eva di Tabarz. Tetapi Eva membuat keputusan penting setelah tahu pasukan Amerika telah menyapu Jerman dan telah menguasai tepian sungai bagian timur Dusseldorf, kurang dari 150 mil dari tempat mereka tinggal saat itu. Dengan persetujuan Barbie, keduanya pun memulai perjalanan untuk kembali ke tempat Mutti. Bukan hal mudah melakukan perjalanan pada saat situasi perang yang memporak-porandakan. Banyak rintangan yang harus mereka hadapi, terjebak, mengalami ketakutakan akan bahaya perang yang tiap saat mengancam mereka. Bertemu penyihir, tidur di dalam tambang, bertemu para penyerbu dan juga para penjarah. Tetapi itu semua tidak menyurutkan usaha mereka untuk terus berjalan demi dapat berkumpul kembali bersama Mutti. 

Bagi Barbie, Mutti dan Eva adalah segalanya. Eva adalah pahlawannya yang telah berani mengambil risiko begitu besar untuknya. Dengan kesungguhan keduanya, mereka pun dapat berkumpul kembali bersama Mutti dan keluarga besarnya. Perjuangan yang sangat mengharukan betapa besarnya usaha kedua gadis ini untuk kembali hidup bahagia di sisi sang Bunda. Tempat terbaik bagi mereka adalah tempat dimana sang Bunda berada, merasakan kehangatan dan kelembutan kasih sayang seorang Ibu. Dengan terus berjuang tanpa lelah mereka pun bisa kembali merasakan hangatnya pelukan sang Mutti. 

Baca buku ini seperti mengajak kita untuk merasakan sendiri perjuangan Barbie dan Eva, merasakan ketegangan yang terjadi sepanjang perjalanan mereka. Suka dengan cerita yang berakhir indah ini.  Penasaran cerita lengkapnya? Silahkan cari buku ini yah. Selamat membaca :)


#######